Selasa, 29 September 2009

Selimut yang tak Menghangatkan Lagi

Hangatnya selimut telah terkuak
Dingin terasa menusuk tulang belulang
Terkuras sudah tenaga dan air mata
Mencari celah kehangatan yang kian jauh
Selimut bertanya ribuan kali
"mengapa? Mengapa aku dihempaskan? Ragamu menggigil tanpaku?"
Jiwa menjawab "aku lelah menahan bebanmu!"
Selimut menyerbu jutaan tanya kembali
Jiwa mengelak memuaskan napsu keingintahuan selimut
Kasur memandang pilu para sahabatnya
Berlalu sudah keintiman dahulu
Kala raga sejiwa dengan hangatnya selimut
Bergumul mesra menghalau dinginnya malam
Kini, ...
Jiwa berusaha mencampakkan kehangatan raga
Mendustai rasa nyaman yang kian meracuni
Ratapan selimut merajah tiap mili raga
Permohonan kasur mengiringi alunan kesendirian
Bangunlah jiwa, desah bantal gelisah
Rengkuh kembali mereka dalam dekapanmu
Jadikan itu semua untaian nafasmu
Guna membingkai kalbu yang nyaris tak berjiwa!

Tidak ada komentar:

Renungan tentang Hidup Lebih Berharga  Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api,  tapi satu batang korek api dapat membakar jutaa...