Kamis, 05 November 2020

Renungan tentang Hidup Lebih Berharga 

Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, 
tapi satu batang korek api dapat membakar jutaan pohon. 
Jadi...... Satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. 

Korek api mempunyai kepala, 
tetapi tidak mempunyai otak, 
oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, 
sang korek api langsung terbakar. 
Kita mempunyai kepala, dan juga otak, 
jadi kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil, 
jadi dengan menggunakan otak, kita dapat mengurangi stress. 

Ketika burung hidup, ia makan semut. 
Ketika burung mati, semut makan burung. 
Waktu terus berputar sepanjang jaman. 
Siklus kehidupan terus berlanjut. 
Jangan merendahkan siapapun dalam hidup. 
Akan tetapi kita harus menunjukkan penghargaan pada orang lain, 
bukan karena siapa mereka, 
tetapi karena siapakah diri kita sendiri. 
Kita mungkin berkuasa, tapi waktu lebih berkuasa daripada kita. 
Waktu kita sedang jaya, 
kita merasa banyak teman di sekeliling kita, 
kita percaya diri melakukan apa saja. 
Waktu kita tak berdaya, 
barulah kita sadar siapa saja sahabat sejati kita. 
Waktu kita down, 
kita baru sadar selama ini siapa saja teman yang hanya memperalat & menggunakan kita. 
Waktu kita sakit, 
kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi harta. 
Manakala kita miskin, 
kita baru tahu jadi orang harus banyak memberi, bersedekah dan saling membantu. 
Ketika kita tua, 
kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. 
Dan, setelah di ambang ajal, 
kita baru tahu ternyata ..... begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. 
Hidup tidaklah lama,
sudah saatnya kita bersama² membuat HIDUP LEBIH BERHARGA: 
Saling menghargai Saling membantu dan memberi Saling mendukung. 
Jadilah teman setia tanpa syarat. 
Jauhkan niat jahat untuk mencelakai teman, 
memaksa seseorang melakukan suatu hal yang menyimpang untuk kepentingan pribadi kita. 
Believe in "KARMA" or other words "Cause and Effect".
Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai. 

 *) anonim

Kamis, 09 Juli 2020

Anak

ANAK


Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata,

Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu

Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri

Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu

Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu

Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka

Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu

Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkanSang pemanah telah membidik arah keabadian,

dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya,

sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan

Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang,

maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.
(Dari 'Cinta, Keindahan, Kesunyian')


:+: Kahlil Gibran :+:


Kisahku

KISAHKU


Dengarkan kisahku... .
Dengarkan,

tetapi jangan menaruh belas kasihan padaku:

kerana belas kasihan menyebabkan kelemahan, padahal aku masih tegar dalam penderitaanku..

Jika kita mencintai,

cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita.

Jika kita bergembira,

kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.

Jika kita menderita,

kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam.

Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.

Cinta adalah tunas pesona jiwa,

dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat,

ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi.

Wanita yang menghiasi tingkah lakunya dengan keindahan jiwa dan raga adalah sebuah kebenaran,

yang terbuka namun rahsia;

ia hanya dapat difahami melalui cinta,

hanya dapat disentuh dengan kebaikan;

dan ketika kita mencuba untuk menggambarkannya ia menghilang bagai segumpal wap.


:+: Kahlil Gibran :+:


Bagi Sahabatku yang Tertindas

BAGI SAHABATKU YANG TERTINDAS


Wahai engkau yang dilahirkan di atas ranjang kesengsaraan,

diberi makan pada dada penurunan nilai,

yang bermain sebagai seorang anak di rumah tirani,

engkau yang memakan roti basimu dengan keluhan dan meminum air keruhmu bercampur dengan airmata yang getir.

Wahai askar yang diperintah oleh hukum yang tidak adil oleh lelaki yang meninggalkan isterinya,

anak-anaknya yang masih kecil,

sahabat-sahabatnya,

dan memasuki gelanggang kematian demi kepentingan cita-cita, yang mereka sebut 'keperluan'.

Wahai penyair yang hidup sebagai orang asing di kampung halamannya, tak dikenali di antara mereka yang mengenalinya,

yang hanya berhasrat untuk hidup di atas sampah masyarakat dan dari tinggalan atas permintaan dunia yang hanya tinta dan kertas.

Wahai tawanan yang dilemparkan ke dalam kegelapan kerana kejahatan kecil yang dibuat seumpama kejahatan besar oleh mereka yang membalas kejahatan dengan kejahatan,

dibuang dengan kebijaksanaan yang ingin mempertahankan hak melalui cara-cara yang keliru.

Dan engkau, 

Wahai wanita yang malang,yang kepadanya Tuhan menganugerahkan kecantikan.

Masa muda yang tidak setia memandangnya dan mengekorimu,memperdayakan engkau,

menanggung kemiskinanmu dengan emas.

Ketika kau menyerah padanya, dia meninggalkanmu. Kau serupa mangsa yang gementar dalam cakar-cakar penurunan nilai dan keadaan yang menyedihkan.

Dan kalian, teman-temanku yang rendah hati,

para martir bagi hukum buatan manusia.

Kau bersedih, dan kesedihanmu adalah akibat dari kebiadaban yang hebat,

dari ketidakadilan sang hakim, dari licik si kaya,

dan dari keegoisan hamba demi hawa nafsunya Jangan putus asa,

kerana di sebalik ketidakadilan dunia ini,

di balik persoalan, di balik awan gemawan,

di balik bumi, di balik semua hal ada suatu kekuatan yang tak lain adalah seluruh kadilan, segenap kelembutan, semua kesopanan, segenap cinta kasih.

Engkau laksana bunga yang tumbuh dalam bayangan.

Segera angin yang lembut akan bertiup dan membawa bijianmu memasuki cahaya matahari tempat mereka yang akan menjalani suatu kehidupan indah.
Engkau laksana pepohonan telanjang yang rendah kerana berat dan bersama salju musim dingin. 
Lalu musim bunga akan tiba menyelimutimu dengan dedaunan hijau dan berair banyak.
Kebenaran akan mengoyak tabir airmata yang menyembunyikan senyumanmu. 
Saudaraku, kuucapkan selamat datang padamu dan kuanggap hina para penindasmu.

:+: Khalil Gibran :+:

Nasehat Jiwaku

NASIHAT JIWAKU


Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar mencintai semua orang yang membenciku,

Dan berteman dengan mereka yang memfitnahku.
Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku bahawa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai.
Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring lelabah di antara dua bunga, dekat satu sama lain;

Tapi kini dia menjadi suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari yang tiada berawal pun tiada berakhir, Melingkari semua yang ada, dan bertambah secara kekal.
Jiwaku menasihatiku dan mengajarku agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna.

Jiwaku memintaku untuk menatap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya.

Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasihatiku,

Aku melihat keindahan seperti titik api yang tergulung asap;

tapi sekarang asap itu telah tersebar dan menghilang, dan aku hanya melihat api yang membakar.

Jiwaku menasihatiku dan memintaku untuk mendengar suara yang keluar bukan dari lidah maupun dari tenggorokan.

Sebelumnya aku hanya mendengar teriakan dan jeritan di telingaku yang bodoh dan sia-sia.

Tapi sekarang aku belajar mendengar keheningan,Yang bergema dan melantunkan lagu dari zaman ke zaman.

Menyanyikan nada langit, dan menyingkap tabir rahsia keabadiaan..

Jiwaku berkata padaku dan menasihatiku agar memuaskan kehausanku dengan meminum anggur yang tak dituangkan ke dalam cangkir-cangkir,

Yang belum terangkat oleh tangan, dan tak tersentuh oleh bibirHingga hari itu kehausanku seperti nyala redup yang terkubur dalam abu.

Tertiup angin dingin dari musim-musim bunga;

Tapi sekarang kerinduan menjadi cangkirku,

Cinta menjadi anggurku, dan kesendirian adalah kebahagianku.Jiwaku menasihatiku dan memintaku mencari yang tak dapat dilihat;

Dan jiwaku menyingkapkan kepadaku bahwa apa yang kita sentuh adalah apa yang kita impikan.

Jiwaku mengatakan padaku dan mengundangku untuk menghirup harum tumbuhan yang tak memiliki akar, tangkai maupun bunga,

dan yang tak pernah dapat dilihat mata.

Sebelum jiwaku menasihati, aku mencari bau harum dalam kebun-kebun,Dalam botol minyak wangi tumbuhan-tumbuhan dan bejana dupa;

Tapi sekarang aku menyedari hanya pada dupa yang tak dibakar,

Aku mencium udara lebih harum dari semua kebun-kebun di dunia ini dan semua angin di angkasa raya.

Jiwaku menasihatiku dan memintaku agar tidak merasa muliakerana pujianDan agar tidak disusahkan oleh ketakutan kerana cacian.

Sampai hari ini aku berasa ragu akan nilai pekerjaanku;

Tapi sekarang aku belajar;

Bahwa pohon berbunga di musim bunga, dan berbuah di musim panasDan menggugurkan daun-daunnya di musim gugur untuk menjadi benar-benar telanjang di musim dingin.

Tanpa merasa mulia dan tanpa ketakutan atau tanpa rasa malu.

Jiwaku menasihatiku dan meyakinkankuBahawa aku tak lebih tinggi berbanding cebol ataupun tak lebih rendah berbanding raksasa.

Sebelumnya aku melihat manusia ada dua,

Seorang yang lemah yang aku caci atau kukasihani,Dan seorang yang kuat yang kuikuti, maupun yang kulawandalam pemberontakan.

Tapi sekarang aku tahu bahwa aku bahkan dibentuk oleh tanahyang sama darimana semua manusia diciptakan.

Bahwa unsur-unsurku adalah unsur-unsur mereka, dan pengembaraan mereka adalah juga milikku.

Bila mereka melanggar aku juga pelanggar,

Dan bila mereka berbuat baik, maka aku juga bersama perbuatan baik mereka.

Bila mereka bangkit, aku juga bangkit bersama mereka;

Bila mereka tinggal di belakang, aku juga menemani mereka.

Jiwaku menasihatiku dan memerintahku untuk melihat bahawa cahaya yang kubawa bukanlah cahayaku,

Bahwa laguku tidak diciptakan dalam diriku;Kerana meski aku berjalan dengan cahaya, aku bukanlah cahaya,

Dan meskipun aku bermain kecapi yang diikat kemas oleh dawai-dawaiku,Aku bukanlah pemain kecapi.
Jiwaku menasihatiku dan mengingatkanku untuk mengukur waktu dengan perkataan ini:

"Di sana ada hari semalam dan di sana ada hari esok.

" Pada saat itu aku menganggap masa lampau sebuah zaman yang lenyap dan akan dilupakan, Dan masa depan kuanggap suatu masa yang tak bisa kucapai;

Tapi kini aku terdidik perkara ini :

Bahawa dalam keseluruhan waktu masa kini yang singkat, serta semua yang ada dalam waktu, Harus diraih sampai dapat.

Jiwaku menasihatiku, saudaraku, dan menerangiku.

Dan seringkali jiwamu menasihati dan menerangimu.

Kerana engkau seperti diriku, dan tak ada beza di antara kita.

Kusimpan apa yang kukatakan dalam diriku ini dalam kata-kata yang kudengar dalam heningku,

Dan engkau jagalah apa yang ada di dalam dirimu, dan engkau adalah penjaga yang sama baiknya seperti yang kukatakan ini.

** Kahlil Gibran

Renungan tentang Hidup Lebih Berharga  Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api,  tapi satu batang korek api dapat membakar jutaa...