Kamis, 07 Januari 2010

Pope Joan

Sebuah novel yang sangat controversial, kaya imajinasi, menginspirasi, menakjubkan, memukau, dan penuh warna. Tentang perjuangan seorang perempuan untuk belajar walaupun menghadapi berjuta tantangan dari keluarga dan masyarakatnya. Novel yang mengajak pembaca menjelajahi sejarah gereja dari mata seorang perempuan yang pada masa itu digolongkan sebagai kaum kelas dua. Seorang perempuan yang menorehkan pena emas dalam buku sejarah gereja Kalolik dunia, namun selama ribuan tahun keberadaannya diingkari karena dianggap aib bagi sejarah gereja Katolik.
Johanna atau biasa dipanggil Joan, merupakan anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara pasangan seorang imam (Kanon) dan Gudrun (seorang perempuan Saxon). Pada masa itu, keberadaan perempuan sangat tidak diperhitungkan sama sekali. Anak perempuan tidak boleh belajar membaca dan menulis, apalagi bersekolah. Joan belajar membaca melalui kakaknya (Matthew) hingga pada suatu hari, seorang asing datang ke rumahnya dan mendapati Dia sangat pintar membaca dan menulis. Orang asing itu adalah utusan Uskup yang mencari anak2 pintar untuk disekolahkan di Dorstadt. Orang asing tersebut meminta pada orang tuanya untuk membiarkannya mengajak Joan pergi ke Dorstadt untuk memulai studi di katedral sesuai perinah uskup. Orang tua Joan mengijinkannya namun Dia meminta orang asing itu untuk mengajak serta kakak keduanya yang bernama John.
Di istana keuskupan itulah Joan dan kakaknya John memulai pendidikan formalnya. Disana pula Joan menemukan cinta pertamanya yang kandas. Ketika terjadi penyerbuan orang Viking dan Saracen yang menyebabkan ambruknya kekaisaran Karolingian, Joan menyamar menjadi seorang laki-laki dan mengganti namanya menjadi John (kakaknya John meninggal dibunuh dalam penyerbuan tersebut). Disinilah dimulainya perjalanan panjang Joan dalam samarannya menjadi seorang laki-laki dan masuk ke pertapaan Benediktin. Joan mengganti namanya menjadi Bruder John Anglicus. Karena kepandaiannya, Dia dikenal sebagai seorang akademisi dan tabib. Perjalanan kariernya menghantarkan Bruder John Anglicus ke Roma. Walau diterpa berbagai politik dalam lingkungan keuskupan Roma, Bruder John Anglicus berhasil menduduki tempat tertinggi dalam gereja Katolik yaitu sebagai Sri Paus Bapak Suci.
Ketika cinta pertama Sri Paus Joan hadir kembali, Dia tidak bias mengingkari kodratinya sebagai wanita. Ditengah bencana alam yang tengah dialami rakyatnya, Sri Paus Joan terperankap dalam dekapan mantan kekasihnya. Hal ini membuahkan akhir yang tragis bagi Paus Joan yang telah membohongi dan membodohi gereja Katolik dengan penyamarannya sebagai laki-laki dengan terbongkarnya kedok tersebut melalui cara yang sangat tragis, Gereja Katolik menganggap peristiwa tersebut sebagai aib terbesar dan menghapus semua catatan dan keberadaan Sri Paus Joan dalam sejarah gereja Katolik.
Wah,…. Pokoknya akhir yang sangat tragis sekali. Kalau pembaca penasaran, silahkan cari bukunya dan baca sendiri.

Tidak ada komentar:

Renungan tentang Hidup Lebih Berharga  Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api,  tapi satu batang korek api dapat membakar jutaa...